Minggu, 03 Juli 2011

Ada banyak faktor yang menjadikan sebuah keluarga* dapat mencapai bahagia, harmonis dan langgeng. Di antaranya adalah landasan agama yang kokoh, kesamaan latar belakang, kesetaraan, kepercayaan, saling pengertian, cinta dan komunikasi yang berjalan baik.
Dari sekian faktor ini, komunikasi menjadi faktor yang kurang diperhatikan oleh kedua pasangan. Merasa setara, sama, cocok dan percaya seolah-olah semua urusan rumah tangga akan beres. Padahal, banyak pasangan gagal meneruskan bahtera ruamah tangga atau hubugan (seperti pacaran) mereka karena kurang peduli dengan urusan komunikasi.

Sesungguhnya komunikasi menghiasi semua kehidupan manusia. Komunikasi adalah kebutuhan. Dalam kehidupan keluarga, komunikasi dapat menjadikan hubungan pasangan bertambah harmonis. Inilah komunikasi yang dijadikan sebagai seni untuk mempengaruhi orang lain, termasuk seni untuk membahagiakan pasangan. Komunikasi yang tidak diolah dengan baik bahkan dapat memunculkan kesalahpahaman.

Komunikasi Kunci Keharmonisan

Salah satu kunci keharmonisan rumah tangga Islam adalah komunikasi dan dialog yang intensif dan sehat antara kedua pasangan. Pada saat ini tidak jarang terjadi adanya sumbatan komunikasi diantara pasangan. Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya hal itu, misalnya kesibukan kerja, terlampau letih dan lain-lain. Bahkan karena begitu sibuk dan letihnya, ada pasangan bertatap mukapun tidak sempat. Sebagai akibatnya, tentu saja mereka tidak memiliki kesempatan untuk melakukan komunikasi satu dengan lainnya.
Komunikasi yang hambar biasanya mengakibatkan hubungan kemesraan menjadi berkurang. Bahkan tidak jarang menimbulkan ketegangan dan terjadilah perselisihan, Kalau sudah begini kwduanya akan mengalami penderitaan. Diperlukan pengertian yang mendalam dari kedua pasangan agara komunikasi dapat berjalan secara kontinyu.
keharmonisan memberi dampak antara lain:
1. Membahagiakan kedua pasangan, karena keduanya akan semakin menyadari
fungsi dan peranan masing-masing.
2. Menjadi pendorong pasangan untuk meningkatkan peranannya dalam berhubungan.

Teknik Memahami Komunikasi Pasangan

1. Kenalilah lebih dahulu pasangan hidup kita. Hal ini sangat penting, agar
tumbuh suatu ikatan hati yang sinergis. Apa yang anda inginkan dari pasangan
Anda? Bagaimana perasaan anda terhadap anda. Apa yang diinginkan pasangan anda
terhadap anda.
2. Sampaikan segala sesuatunya secara terbuka, jangan ada lagi yang
disembunyikan. Karena suami istreri dalam pandangan Allah adalah sepasang
manusia yang diberi amanah kehidupan dan kelak akan diminta pertanggungjawaban
di akhirat kelak.
3. Berusaha untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang menyinggung apalagi
menyakiti pasangan. Menyakiti pasangan sama dengan anda menyakiti diri sendiri.
4. Berkomunikasi lebih banyak dikendalikan oleh suasana emosi. Oleh karena itu
perhatikan baik-baik bagaimana emosi anda dan pasangan ketika hendak
berkomunikasi.















Tips Berkomunikasi Efektif dengan Pasangan

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pasangan ketika
berkomunikasi agar komunikasi dapat berjalan efektif :
- Pada saat ada gagasan yang ingin disampaikan sadarilah pada saat itu kita
adalah subyek atau sumber dan pasangan kita adalah obyek atau penerima.
- Sebagai sumber (subyek), apakah pesan/gagasan yang akan disampaikan dapat
dimengerti oleh pasangan kita. Jangan-jangan apa yang kita maksud tidak dapat
diterima dengan baik. Inilah pentingnya mengurai secara baik dengan seni
berbahasa, berempati, dan mengerti keadaan pasangan. Seni ini juga mencakup
mengatur intonasi suara, mungkin juga sambil menatap lekat-lekat wajah pasangan.
- Seringkali apa yang sudah disampaikan, sekalipun telah dimengerti, tidak
diterima pasangan kita dengan lapang hati, karena disampaikan sambil lalu atau
dengan membelakangi pasangan. Akhirnya komunikasi menjadi gagal hanya karena
pasangan merasa tidak dihargai.
- Perhatikan reaksi pasangan kita. Reaksi pasangan merupakan indikasi apakah
kita telah berhasil menyampaikan pesan dengan baik. Raut wajah yang sedih atau
bibir yang tersenyum simpul adalah sebuah reaksi meski tidak ada kata-kata yang
keluar dari lisan pasangan. Banyak pasangan tidak memahami dengan baik tentang
reaksi ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar